Kamis, 28 Maret 2019

Kesalahan Umum Berbahasa Indonesia

BANK SAMPAH SEBAGAI ALTERNATIF STRATEGI PENGELOLAAN SAMPAH BERBASIS MASYARAKAT DI TASIKMALAYA
Abstrak
Perubahan paradigma masyarakat mengenai sampah perlu dilakukan secara berkelanjutan. Edukasi kesadaraan dan keterampilan warga untuk pengelolaan sampah dengan penerapan prinsip reduce, reuse, recycle dan replant (4R) penting dalam penyelesaian masalah sampah melalui pengelolaan sampah sejak dari sumbernya. Bank sampah yang berbasiskan partisipasi warga perempuan merupakan modal sosial dalam pengelolaan sampah berbasis masyarakat. Bank sampah yang diintegrasikan dengan prinsip 4R dilaksanakan di Kampung Karangresik, Tasikmalaya, Indonesia. Kegiatan bank sampah merupakan konsep pengumpulan sampah kering dan dipilah serta memiliki manajemen layaknya perbankan tapi yang ditabung bukan uang melainkan sampah. Pemberdayaan warga melalui kegiatan penyuluhan, edukasi, pelatihan dengan metode partisipasi emansipatoris (interaksi dan komunikasi), serta dialog dengan warga di komunitas. Selain itu diperlukan dukungan kemitraan dengan membangun jejaring dan mekanisme kerja sama kelembagaan antara warga pengelola bank sampah dengan stakeholder terkait. Bank Sampah Pucuk Resik (BSPR) di Kampung Karangresik ini telah memberikan manfaat kepada warga, terutama manfaat langsung dengan berkurangnya timbulan sampah di komunitas, lingkungan menjadi lebih bersih dan asri, serta kemandirian warga secara ekonomi. Selain manfaat secara ekonomi, dimana dari tabungan sampah memperoleh uang untuk membayar listrik dan membeli sembako, juga terwujudnya kesehatan lingkungan, dengan kondisi komunitas yang lebih bersih, hijau, nyaman, dan sehat. Pengelolaan sampah terintegrasi dapat menstimulasi kreativitas dan inovasi dari masyarakat sehingga meningkatkan kesejahteraan warga.  
Kata kunci: bank sampah, edukasi kesadaran lingkungan, kesehatan lingkungan, partisipasi warga perempuan, pengelolaan sampah berbasis masyarakat.  

Penyimpangan/kesalahan umum dalam berbahasa Indonesia
1.      Selain manfaat secara ekonomi, dimana daritabungan sampah memperoleh uang untuk membayar listrik dan membeli sembako = ada ketidaktepatan kata tugas yang digunakan.

2.      Seharusnya = Selain manfaat secara ekonomi, tabungan sampah memperoleh uang untuk membayar listrik dan membeli sembako

3.      Perubahan paradigma masyarakat mengenai sampah perlu dilakukan secara berkelanjutan. = ada ketidaktepatan kata tugas yang digunakan. Seharusnya = Perubahan paradigma masyarakat mengenai sampah perlu dilakukan berkelanjutan.

4.      Bank sampah yang berbasiskan partisipasi warga perempuan merupakan modal sosial dalam pengelolaan sampah berbasis masyarakat. = ada kesalahan dalam penulisan berbahasa Indonesia (Kontaminasi). Seharusnya = Bank sampah yang berbasis partisipasi warga perempuan merupakan modal sosial dalam pengelolaan sampah berbasis masyarakat.

Rangkuam Materi Bahasa Indonesia Pertemuan ke-3

KONSEP DASAR BAHASA INDONESIA
  A.     Bahasa adalah alat komunikasi berupa bunyi yang dihasilkan alat ucap manusia dan hanya manusia yang mampu menghasilkan Bahasa.
Fungsi Bahasa yang utama yaitu sebagai alat komunikasi dan di dalam kegiatan ilmiah Bahasa dijadiakan sebagai media komunikasi.

  B.      Fungsi Bahasa Indonesia sebagai Bahasa nasional adalah sebagai:
1.       Lambang kebanggaan nasional
2.       Lambing identitas nasional
3.       Bahasa persatuan berbagai suku bangsa yang berbeda
4.       Bahasa perhubungan berbagai wilayah di nusantara

  C.      Kedudukannya sebagai Bahasa negara, Bahasa Indonesia memiliki berbagai fungsi:
1.       Sebagai  Bahasa resmi negara
2.       Sebagai Bahasa pengantar di dunia Pendidikan
3.       Sebagai Bahasa perhubungan dalam kepentingan nasional
4.       Sebagai Bahasa pengembang ilmu pengetahuan, teknologi, dan budaya

  D.     Penggunaan Bahasa yang benar adalah sesuai dengan kaidah Bahasa yang berlaku. Kaidah ini meliputi:
1.       Aspek tata bunyi (fonologi)
2.       Tata Bahasa (kata dan kalimat)
3.       Kosakata (termasuk istilah)
4.       Ejaan
5.       Makna
6.       Kelogisan

  E.      Kriteria penggunaan bahasa yang baik bertalian dengan:
1.       Topik yang dibicarakan
2.       Tujuan pembicaraan
3.       Lawan bicara atau pembaca
4.       Tempat
5.       Waktu pembicaraan

  F.      Kesalahan umum berbahasa Indonesia
Dalam pemakaian Bahasa Indonesia, sering dijumpai penyimpangan dari kaidah yang berlaku sehingga mempengaruhi kejelasan pesan yang disampaikan.
Penyimpangan tersebut diklarifikaskan sebagai berikut:
1.       Hiperkorek
Adalah kesalahan berbahasa karena “membetulkan” bentuk yang sudah benar sehingga menjadi salah.
Contoh:
a.       Utang        (betul)  menjadi  hutang (salah)
b.       Pigura       (betul)  menjadi  figura (salah)
c.       Izin (betul)  menjadi  ijin     (salah)
2.       Paleonasme
Adalah kesalahan berbahasa karena kelebihan dalam pemakaian kata yang sebenarnya tidak diperlukan
Paleonasme ada 3 macam
a.       Penggunaan dua kata yang bersinonim
Contoh:
-terjadi sejak April    (benar)
-terjadi mulai April   (benar)
-mulai terjadi sejak April      (salah)
b.       Pengguanaan jamak dinyatakan dua kali
Contoh:
-Kasus-kasus                      (benar)
-Kumpulan kasus    (benar)
-Kumpulan kasus-kasus      (salah)
c.       Penggunaan kata keterangan yang tidak diperlukan karena pernyataam tersebut sudah jelas
Contoh:
-Teknologi komunikasi semakin maju ke depan.
3.       Kontaminasi
Contoh:
-(meng+kesamping+kan)àmengesampingakan        (benar)
-(meng+samping+kan)àmenyampingkan    (benar)
-mengenyampingkan           (kontaminasi)
contoh kontaminasi frasa:
-kadang-kadang       (benar)
-ada kala(nya)         (benar)
-kadang kala           (salah)
4.       Perombakan kata pasif
a.       Penghilangan awalan di- bentuk pasif yang seharusnya negggunakan awalan di-
Contoh:
-praktik kerja lapangan ini mahasiswa semester enam lakukan          (tidak baku)
-praktik kerja lapangan ini dilakukan oleh mahasiswa semester enam (baku)
5.       Penyisipan kata di antara dua kalimat dari sebuah frasa terikat
Contoh:
-Pustaka itu peneliti akan rujuk        (tidak baku)
-Pustaka itu akan peneliti rujuk        (baku)

  G.     Kesalahan berbahasa yang berhubungan dengan pemakaian kata tugas
a.       Ketidak tepatan kata tugas yang digunakan
Contoh:
Hipotesis daripada penelitian ini terbukti           (tidak tepat)
Hipotesis penelitian ini terbukti                        (baku)
b.       Pemakaian kata tugas tidak perlu
Contoh:
Dalam penyusunan makalah ini dibantu oleh berbagai pihak      (tidak baku)
Penyusunan makalah ini dibantu oleh berbagai pihak                 (baku)

  H.     Pengaruh Bahasa daerah
Pengaruh Bahasa daerah ini menimbulkan kesalahan dalam berbahasa Indonesia, kesalahan ini ada 3 macam:
1.       Pengaruh dalam pembentukan kata berawalan ke-
Contoh:
Kepakai, kesusun, keuji                  (tidak baku)
Terpakai, tersusun, teruji     (baku)
2.       Kesalahan dalam pemakaian ter- dan penghilangan imbuhan
Contoh:
-Hasil penelitian ini beda dengan hasil penelitian saya                      (tidak baku)
-Hasil penelitian ini berbeda dengan hasil penelitian saya      (baku)
3.       Pengaruh dalam susuna kalimat penggunaan akhiran -nya
Contoh:
-Lulusannya IT Telkom sangat diminati       (tidak baku)
-Lulusan IT Telkom sangat diminati (baku)

  I.       Pengaruh Bahasa asing
Ini menimbulkan kesalahan dalam berbahasa Indonesia seperti yang mana, dimana, kepada siapa.

Sabtu, 16 Maret 2019

Topik Masalah Yang Akan Diangkat Dalam Penyusunan Proposal

Topik: Pameran karya fotografi teknik informatika 2019
Alasan: Teknologi fotografi semakin hari semakin mempermudah masyarakat dalam pemenuhan kebutuhan mereka terhadap foto yang berkualitas. Ini terlihat dari kualitas gambar yang diperoleh. Untuk mengembangkan bakat-bakat mahasiswa dari fotografi tersebut, kami ingin mengadakan pameran fotografi untuk menyalurkan bakat dan karya dalam fotografi. Harapan kami dengan adanya acara ini para mahasiswa bisa mengembangkan hobi dan bakatnya dalam hal fotografi tersebut.

Selasa, 12 Maret 2019

Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia

Bahasa Indonesia mengalami perkembangan yang sangat pesat sebagai dampak kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni. Penggunaannya pun semakin luas dalam ranah pemakaian baik secara lisan mau pun tulisan.
Sehubungan dengan itu, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, menerbitkan Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI). Pedoman ini disusun untuk menyempurnakan Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan (PUEYD). Pedoman ini diharapkan dapat mengakomodasi perkembangan bahasa Indonesia yang makin pesat. Pedoman ini merupakan edisi keempat berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 50 Tahun 2015 tanggal 26 November 2016.
Semoga penerbitan Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia secara langsung atau tidak langsung akan mempercepat proses tertib berbahasa Indonesia sehingga memantapkan fungsi bahasa Indonesia sebagai bahasa negara.

Berikut adalah link untuk mendapatkan kamus PUEBI

↓↓↓
Kamus online PUEBI 2016 (PDF)

Kamus Besar Bahasa Indonesia

Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah kamus ekabahasa resmi bahasa Indonesia yang disusun oleh Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa dan diterbitkan oleh Balai Pustaka. Kamus ini menjadi acuan tertinggi bahasa Indonesia yang baku, karena merupakan kamus bahasa Indonesia terlengkap dan paling akurat yang pernah diterbitkan oleh penerbit yang memiliki hak paten dari pemeritah Republik Indonesia yang dinaungi oleh Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia.
Sumber Wikipedia

Berikut adalah link Kamus Besar Bahasa Indonesia
↓↓↓
https://kbbi.kemdikbud.go.id/beranda

Minggu, 10 Maret 2019

Kesimpulan Materi Bahasa Indonesia Dan 5 kesalahan penulisan Yang Sering Digunakan

Bahasa Indonesia
18.0504.0010

Setiap Mahasiswa tidak akan asing dengan yang namanya "Karya Ilmiah"

Karya Ilmiah adalah laporan tertulis dan diterbitkan yang memaparkan hasil penelitian yang dilakukan oleh seseorang atau sebuah tim. Dalam membuat sebuah karya ilmiah tidak boleh sembarangan, kita harus menggunakan Bahasa baku atau standar agar pembaca tidak kebingungan saat membacanya dan isinya pun harus benar-benar dari hasil kita saat melakukan penelitian.

Karya Ilmiah sendiri memiliki bebrapa jenis antaralain:
-          Makalah
-          Tugas Akhir (D3)
-          Skripsi (S1)
-          Thesis (S2)
-          Disertasi (S3)

Langkah dalam membuat sebuah karya ilmiah harus dari kita melakukan penelitian kemudian research(riset), dari dua hal tadi akan kita temukan sebuah pertanyaan dan jawaban dimana dari situlah kita bisa menentukan solusi terhadap suatu masalah atau pertanyaan.

PENELITIAN
RESEARCH
RISET
↙            ↘
PERTANYAAN         JAWABAN      
↘           ↙
MENETUKAN SOLUSI

 
 Contoh kesalahan penulisan yang sering terjadi:

  Salah                               Benar
 -diagnosa                         -diagnosis
                   -algoritma                        -algoritme
                   -dimana                           -di mana
                   -syaraf                             -saraf
                   -ranking                           -peringkat

 

Design By:
SkinCorner